Para Pengemudi Minta Polisi Tidak Memakai Jaket Ojol Saat Menggerebek Kejahatan
29 Januari 2023 - 08:28:24 WIB | Dibaca: 3149x
Medan (Sioge) - Ratusan pengemudi ojek online (Ojol) meminta kepada pijak kepolisian terutama bagian Narkoba dan Keriminal agar tidak memakai jaket Ojol saat melakukan penggerebekan di suatu tempat.
“Kami para driver Ojol yang menjadi sasaran. Saat melintas di lokasi yang pernah digrebek Polisi, selalu menjadi perhatian warga, terlebih yang keluarganya pernah ditangkap. Bahkan menjadi kebencian masyarakat saat kami melintas memakai jaket seragam Ojol,” ujar para pengemudi Ojol saat mengikuti Sosialisasi Perda Nomor 10 tahun 2021 tentang Ketertiban dan Ketentraman Umum yang diselenggarakan Anggota DPRD Medan Erwin Siahaan, Sabtu sore (28/1/2023) di Lapangan Sejati Pangkalan Masyur Medan Johor.
Selain itu pengemudi Ojol lainnya berharap perhatian dari pemerintah terkait parkir gratis bagi mereka. Pembuatan aturan jalan 1 arah sangat merepotkan para pengemudi Ojol.
Begitu juga bantuan sosial kepada pengemudi Ojol yang dijanjikan pemerintah, sampai saat ini masih banyak yang belum menerimanya. Bahkan pihak bank tempat penyaluran bantuan itu justru berkata belum ada koordinasi dengan Dishub, sehingga belum ada pencairan.
Keberadaan anak-anak muda yang berkumpul di pinggir jalan menjadi kecemasan pengemudi Ojol terutama yang “ngalong” (bekerja malam). Bahkan sering mereka dengar pengemudi Ojol yang dibegal di jalanan. Banyak sekali saat ini pemuda yang duduk-duduk di pinggir jalan yang dikhawatirkan melakukan tindakan kejahatan.
Aparat kepolisian juga diharapkan lebih aktif dalam berpatroli agar bisa meminimalisir kejahan seperti begal di jalanan. Selain itu, para pengemudi Ojol mengeluhkan tukang parkir yang seenaknya saja mengaturkan kendaraan di pinggir jalan sehingga membuat kemacetan lalulintas. Begitu juga, ujar mereka, tukang parkir liar apakah tidak bisa ditertibkan karena sangat mengganggu.
Menanggapi itu, Erwin yang merupakan Politisi PSI itu mengatakan semua keluhan pengemudi Ojol tersebut harus ditanggapi Wali Kota Medan dengan mencari solusinya.
Pengalihan arus yang dibuat Dinas Perhubungan untuk mengantisipasi kemacetan jalan. Untuk perubahan jalan, pihaknya tidak mempermasalahkannya. Selain itu diharapkan Dishub memrogramkan pembuatan traffic light agar pengemudi lebih tertib.
Untuk para pengemudi Ojol nantinya akan diberi stiker hologram agar bisa parkir pinggir jalan gratis. Terkait Unit Reaksi Cepat (URC) yang sudah dibuat pengemudi Ojol hendaknya dilegitimasi agar bisa lebih professional. “Artinya ada pelatihan dari Polri atau sejenisnya agar para pasukan URC bisa lebih mengetahui tugasnya,” ujarnya.
Untuk bantuan yang tersendat pencairannya, Erwin berjanji membantu menguruskannya di bank. “Kita Bersama-sama nanti ke bank untuk mempertanyakan bantuan itu,” ujarnya.
“Saya juga termasuk penyelenggara pemerintahan, jadi semua yang dibicarakan di sini, harus direalisasikan,” sebutnya seraya menyarankan agar pihak kepolisian tidak memakai baju Ojol saat melakukan razia atau melakukan penggerebekan. (S1)












